Laksanakan Pengabdian Budikdamber, Wujud Nyata Kontribusi UM Metro terhadap SDGs
Dalam upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan, kolaborasi dosen FKIP, FT dan Pascasarjana UM Metro melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui program Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) di lingkungan masyarakat. Dosen yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Agil Lepiyanto (Pendidikan Biologi, Nego Linuhung (Pendidikan Matematika), Ade Gunawan (PGSD), Umar Abdul Labib (S2 Pendidikan Biologi), Dwi Irawan (Teknik Mesin). Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek pemberdayaan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) 7, khususnya dalam kontribusi terhadap SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Program Budikdamber dipilih sebagai solusi inovatif berbasis kearifan lokal yang mudah diterapkan di lahan terbatas. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan diawali dengan tahap identifikasi permasalahan mitra melalui observasi dan wawancara. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa masyarakat menghadapi keterbatasan lahan, rendahnya akses terhadap teknologi budidaya, serta minimnya keterampilan dalam pengelolaan usaha produktif berbasis rumah tangga.
Menanggapi hal tersebut, tim pengabdi menyusun program pelatihan dan pendampingan Budikdamber yang terstruktur. Kegiatan meliputi pelatihan pembuatan sistem Budikdamber, pemilihan benih ikan lele yang berkualitas, teknik budidaya sayuran pendamping, serta manajemen pemeliharaan yang efektif dan berkelanjutan. Selama proses pendampingan, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan (kognitif), tetapi juga mengalami peningkatan sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotor) dalam mengelola sistem Budikdamber secara mandiri.
Kegiatan ini secara langsung berkontribusi pada SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan peluang ekonomi keluarga. Budikdamber memungkinkan masyarakat menghasilkan sumber pangan sekaligus potensi pendapatan tambahan dengan biaya yang relatif rendah.
Tidak kalah penting, kegiatan ini memperkuat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, kelompok masyarakat (mitra), serta pihak terkait lainnya. Sinergi ini menjadi kunci keberhasilan program dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari implementasi IKU 7, kegiatan ini menunjukkan keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Melalui integrasi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian, perguruan tinggi hadir sebagai agen perubahan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi permasalahan masyarakat.
Ke depan, program Budikdamber diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai wilayah sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi sederhana namun berdampak luas. Dengan demikian, kontribusi perguruan tinggi terhadap SDGs dan IKU dapat semakin optimal dan berkelanjutan.