Dosen dan Tendik Pendidikan Biologi UM Metro Perkuat Empati Layanan Akademik lewat Pelatihan Service Excellent Berbasis AIK

Upaya peningkatan kualitas layanan akademik di Universitas Muhammadiyah (UM) Metro terus diperkuat. Sejumlah dosen dan tenaga kependidikan (tendik) Program Studi Pendidikan Biologi turut ambil bagian dalam Pelatihan Service Excellence berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang digelar kampus, sebagai ikhtiar membangun budaya layanan yang lebih memuaskan dan empatik bagi mahasiswa.
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada 30 Januari 2024 di Aula Gedung HI Lantai 2 UM Metro, diikuti sekitar 100 pegawai dari berbagai unit di lingkungan kampus. Program ini dirancang untuk menguatkan keterampilan layanan, sekaligus menanamkan nilai-nilai kunci seperti integritas, kejujuran, dan empati dalam praktik pelayanan sehari-har termasuk pada konteks layanan akademik di program studi.

Pelatihan menghadirkan narasumber internal dan eksternal, antara lain Rektor UM Metro Dr. Nyoto Suseno, M.Si., Dr. Mukhtar Hadi, M.Si. (BPH UM Metro), serta Ali Musyafa, S.Ag., M.M. (Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro). Materi yang disampaikan menekankan bahwa service excellent bukan sekadar prosedur layanan, tetapi mencakup sikap dan kepekaan dalam menghadapi kebutuhan “pelanggan” kampus—mulai calon mahasiswa, mahasiswa, hingga masyarakat kampus.
Dalam penguatan yang disampaikan, pelatihan diarahkan agar layanan kampus dapat diberikan melampaui harapan pengguna, memperkuat kepercayaan dan kepuasan, serta membangun citra institusi melalui pengalaman layanan yang ramah, cepat, dan solutif. Sejalan dengan itu, sesi AIK menjadi fondasi penting yang menegaskan bahwa bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah harus bertumpu pada nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan—bukan hanya terlihat di ruang kerja, tetapi juga dalam perilaku keseharian.

Salah satu pemateri juga menekankan dimensi batin dalam pelayanan: profesionalitas layanan akan kuat jika dimulai dari niat dan ketulusan. Penekanan ini menjadi pengingat bahwa empati dalam pelayanan akademik tidak dapat dipisahkan dari karakter dan etos kerja yang dibangun melalui AIK.
Di akhir kegiatan, peserta memperoleh penguatan praktik layanan yang menempatkan kepuasan dan empati sebagai standar kerja, sehingga kualitas layanan akademik termasuk di tingkat program studi diharapkan semakin konsisten dan dirasakan langsung manfaatnya oleh mahasiswa.